SAATNYA UMAT BERSATU KEMBALI DENGAN RUH 212 MENJAGA KEKUATAN PEMBELA KEDAULATAN RAKYAT
Makin banyak masyarakat berkomentar tentang beras maknyus ini salah satunya.
A TRUE STORY ABOUT BERAS MAKNYUSSSS
Saya bukan pelanggan beras tsb. Tapi di jaman edan ini, kebenaran harus disebarluaskan!
"Kabarnya saham PT. IBU anjlok dr Rp.2000,-/lembar menjadi Rp.400,-/lembar, menyusul penggerebekan polisi yg diliput media massa secara massif dg pemberitaan yg intens.
Distributor di berbagai kota yg biasanya berani mengambil banyak beras maknyus, sekarang tiarap.
Saat ini beras PT. IBU menumpuk di gudang, di truk yg dalam perjalanan sementara penggerebekan terjadi.
Kabarnya juga petani yg selama ini menjual berasnya ke PT. Tiga Pilar Sejahtera Food (TPSF) merasa diuntungkan krn gabah basah petani langsung dibeli dg harga yg tinggi. Ada harapan peningkatan kesejahteraan petani. Hilang kekhawatiran mereka dr kerugian akibat harga gabah yg anjlok.
PT. TPSF membeli gabah basah yg baru panen dr sawah, langsung diangkut truk, ditimbang di pabrik, masuk ke mesin oven sampai keluar beras siap jual, tanpa trsentuh tangan. Tanpa mengoplos..!
PT. TPSF bukan sekedar bergerak di unit usaha pengolahan beras, tapi juga bihun & makanan ringan. Sehingga keberadaan mereka di sragen menyerap banyak tenaga kerja setempat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. PT. TPSF juga berencana mengembangkan unit usaha mereka sampai ke luar negeri.
PT. TPSF cukup mandiri dlm mengembangkan usahanya, sampai2 mereka punya pembangkit listrik sendiri dg nama PT. Patra Power, sehingga tak tergantung dg PLN. Kenaikan TDL yg menggila tak pengaruh utk mereka.
PT. TPSF juga memberikan manfaat buat masyarakat setempat dg menyuplai beras berkualitas secara gratis kpd panti asuhan yg ada di desa pungkruk, sragen. Hari ini ratusan anak2 panti asuhan brdo'a bersama utk keselamatan PT. TPSF dr fitnah keji yg ditujukan demi kepentingan tertentu.
Penggerebekan yg dramatis itu sendiri terjadi secara bertahap dr polsek hingga akhirnya mabes polri dg label satgas pangan, seperti satgas gabah TNI AD. Dalam doktrin pertahanan nasional, ketahanan pangan memang masuk sebagai salah satu dimensi, tapi dapat juga menjadi 2 mata pisau, yg menjaga ketahanan pangan atw bertindak berlebihan thd pengusaha pangan demi keuntungan tertentu dr pihak2 tertentu.
Keberadaan Anton Apriantono dan Bondan Winarno sebagai petinggi PT. TPSF, yg keduanya merupakan anggota parpol oposisi pemerintah jg ditengarai menjadi motif dihancurkannya image PT. TPSF.
Saat ini petani dlm kekhawatiran, jika PT. IBU & PT. TPSF ditutup siapa yg akan peduli dg petani, membeli gabah basah dg harga tinggi, sementara iklim pertanian kita yg masih sering mengancam kerugian petani dg anjloknya harga gabah?
Ayo kawans.. kita makan ramai2 beras maknyus, yg rasanya memang maknyus..!!
Bantu petani sejahtera".
Ditulis dari cerita Dwi Parita Qthul asli sragen, daerah di mana PT. TPSF menyelenggarakan bisnisnya & sekaligus memberi manfaat bagi warga sekitar.
By: Arie Karimah
