Soal Tragedi Jas Dirjen HAM. Netizen : Cuci Jas Seharga 10 Juta di Loundry Kiloan. Duh…
Entah mimpi apa sih tukang laundry ini semalam.Sebuah baliho kecil dipasang di depan rumah beratap seng bertuliskan ‘Laundry: Laundry & Dry Clening. 5 Jam Selesai’. Papan nama kecil terpampang VIP Fresh Laundry & Dry Cleaning. Di bawahnya tertulis tarif Rp 6 ribu per kilo gram.
Fresh Laundry juga menerima jasa laundry dengan fasilitas antar jemput ojek online. .
Ditempat inilah Dirjen HAM Mualimin diketahui mencuci jas 10 juta,yang kemudian menjadi heboh lantaran mengkerut kemudian menggugat pemilik loundry Rp.210 juta.
Sungguh ironi, biasanya bagi orang yang memiliki baju berharga jutaan rupiah, tentu akan memilah-milah mencuci bajunya di laundry dengan standar internasional. Tetapi tidak bagi Mualimin. Mungkin dengan alasan tidak jauh dari gedung Kemenkum HAM, atau dua menit dari kantor Kemenkum HAM sehingga ia mengutus stafnya untuk mencuci jasnya yang seharga Rp 10 juta. Setelah dikerjakan satu hari dan diserahkan kembali, Mualimin tidak terima karena jas kesayangannya berkerut dan tidak licin.
Mualimin kaget dan meminta ganti rugi. Budi kemudian memberi ganti rugi Rp 350 ribu atau 10 kali lipat dari tarif jasa dry cleaning sesuai perjanjian. Tapi ganti rugi itu tidak diterima Mualimin dan terjadilah perselisihan keduanya. Mualimin yang tidak puas lalu mengambil langkah hukum menggugat Budi ke PN Jaksel.
Entah karena apa, akhirnya Mualimin mencabut gugatannya pada Kamis (6/10) kemarin dan menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Itu sudah 6 bulan yang lalu persoalannya. Tapi sekarang sudah damai, itu hanya miscommunication,” kata Menkum HAM Yasonna Laoly di sela-sela acara di Rutan Cipinang siang ini.
Sayang, hingga berita ini diturunkan, Mualimin belum bisa dihubungi untuk mengklarifikasi persoalan jas Rp 10 juta itu. Wartawan yang telah menunggu sejak siang hingga sore di kantornya pada Jumat (7/10) tidak bisa diwawancara dengan alasan sedang rapat.
(bagikanlahinfo.com)
